Kutai Barat Burutarget.com – Malang tak dapat ditolak, mujur tak dapat diraih” artinya nasib buruk (musibah) tidak bisa dihindari, dan nasib baik (keberuntungan) tidak bisa dipaksakan atau diprediksi, karena segala sesuatu terjadi di luar kendali manusia dan sepenuhnya rahasia Tuhan. Hal itu yang menimpa dua orang pekerja di Perusahaan pertambangan milik PT Manoor Bulatn Lestari (MBL).
Kecelakaan terjadi pada Sabtu, 28 Maret 2026 sekitar pukul 17.20 WITA di jalur angkut (hauling) batubara Kilometer 35. Insiden tersebut melibatkan unit dump truck milik kontraktor, di mana kendaraan yang dikemudikan korban menabrak bagian belakang unit yang berada di depannya.
Kepala Teknik Tambang (KTT) PT Manoor Bulant Lestari (MBL), Wesly Siregar, S.T., M.T., menyampaikan duka cita mendalam atas insiden kecelakaan kerja (fatality) yang terjadi di area operasional perusahaan. Pihak manajemen juga telah menyampaikan klarifikasi resmi terkait peristiwa tersebut.
Akibat kejadian tersebut, dua pekerja yang berada di dalam kendaraan mengalami luka berat dandinyatakan meninggal dunia. Keduanya sempat dievakuasi menggunakan ambulans ke Klinik Lambing, Kecamatan Muara Lawa, pada pukul 18.15 WITA untuk mendapatkan penanganan medis.
Wesly menyampaikan bahwa perusahaan turut berduka cita dan memastikan hak-hak korban terpenuhi.
“Perusahaan menyampaikan duka cita yang mendalam atas kecelakaan kerja ini. Kami turut berbelasungkawa kepada keluarga korban dan memastikan seluruh hak korban akan dipenuhi sesuai ketentuan yang berlaku,” katanya, Minggu (29/3/2026).
Untuk itu, perusahaan sigap mengambil sejumlah tindakan, diantaranya mengamankan lokasi kejadian untuk kepentingan investigasi, menghentikan sementara aktivitas hauling dari pit menuju pelabuhan, serta melaporkan kejadian kepada Kepala Inspektur Tambang dan berkoordinasi dengan pihak berwenang.
Wesly menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan prioritas utama perusahaan.
“Insiden ini menjadi perhatian serius bagi kami. Perusahaan akan melakukan investigasi menyeluruh serta evaluasi total terhadap sistem K3, termasuk pengawasan operasional, kondisi jalan hauling, dan pengendalian risiko di lapangan,” jelasnya.
Tak hanya itu, perusahaan juga memperkuat implementasi standar keselamatan guna mencegah kejadian serupa tak terulang kembali.
“Ke depan, kami akan meningkatkan pengawasan, memperkuat standar keselamatan, serta melaksanakan pelatihan ulang bagi seluruh pekerja dan kontraktor,” tegasnya.
Selain itu, perusahaan juga akan melakukan investigasi internal secara komprehensif, evaluasi dan penguatan sistem manajemen K3, peningkatan pengendalian kondisi jalan hauling dan lalu lintas tambang, pelaksanaan pelatihan ulang (refresh training), serta penguatan kesiapsiagaan tim tanggap darurat (ERT).
Terkait tanggung jawab terhadap korban, perusahaan memastikan akan memberikan santunan kepada keluarga korban, memenuhi seluruh hak normatif pekerja, menanggung biaya evakuasi hingga pemakaman, serta memberikan pendampingan kepada keluarga korban.
PT MBL juga menyatakan komitmennya untuk bekerja sama secara penuh dengan pihak berwenang, termasuk Kementerian ESDM dan Inspektur Tambang, dalam proses investigasi guna menjamin transparansi serta perbaikan berkelanjutan.
Peristiwa ini menjadi catatan penting akan krusialnya penerapan standar keselamatan secara konsisten di lingkungan pertambangan. Manajemen PT MBL menegaskan akan menjadikan kejadian ini sebagai momentum untuk memperkuat sistem keselamatan kerja.
Demikian klarifikasi ini disampaikan sebagai bentuk tanggung jawab dan komitmen perusahaan.
Reporter: RMD

