KUTAI BARAT BURUTARGET.COM – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali terjadi di wilayah Kabupaten Kutai Barat. Kali ini, kobaran api melanda kawasan lahan gambut di sekitar KM 47 Jalan Hauling PT CAM, Kampung Muara Nyahing, Kecamatan Damai, Sabtu (12/9/2026) malam.
Kebakaran yang diperkirakan menghanguskan sekitar 10 hektare lahan tersebut langsung mendapat penanganan tim gabungan. Kondisi lahan yang didominasi gambut, ditambah vegetasi dan pepohonan kering, membuat proses pemadaman membutuhkan waktu dan kewaspadaan ekstra.
Informasi mengenai kemunculan titik api diterima petugas sekitar pukul 20.00 WITA. Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Polsek Damai bersama unsur terkait segera bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan.
Kapolsek Damai Ipda Gery Purnomo, S.H., bersama personel Polsek Damai, BPBD Kutai Barat, Manggala Agni, KPHP Kecamatan Damai, serta unsur terkait tiba di lokasi sekitar pukul 21.30 WITA.
Setibanya di lokasi, tim langsung melakukan pemadaman terhadap titik api yang masih membakar kawasan lahan.
Medan gambut menjadi salah satu kendala utama. Api tidak hanya terlihat di permukaan, tetapi berpotensi menjalar melalui lapisan gambut dan akar di bawah permukaan. Daun serta pepohonan kering juga menjadi material yang mudah terbakar dan berpotensi menyimpan bara.
Untuk mempercepat proses pemadaman, tim gabungan mengerahkan sejumlah sarana pendukung, di antaranya water tank milik PT CAM, KPHP, BPBD Kutai Barat, Kodim 0912/KBR, serta kendaraan operasional Manggala Agni.
Petugas melakukan penyemprotan air sekaligus penyisiran dan pendinginan di sejumlah bagian lahan yang masih mengeluarkan asap. Upaya tersebut dilakukan secara berulang untuk memastikan bara yang berada di dalam tanah gambut benar-benar padam.
Sekitar pukul 01.35 WITA, api berhasil dikendalikan dan dipadamkan. Meski demikian, petugas tidak langsung meninggalkan lokasi dan melanjutkan proses pendinginan serta monitoring untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.
Kapolsek Damai Ipda Gery Purnomo, S.H., mengatakan penanganan Karhutla membutuhkan kerja cepat dan kolaborasi seluruh unsur, terlebih kondisi lahan gambut memiliki potensi menyimpan bara di bawah permukaan.
“Kami bersama seluruh unsur yang terlibat langsung melakukan pemadaman dan pendinginan. Kondisi lahan gambut memang menjadi tantangan karena api dapat menjalar dan menyimpan bara di bawah permukaan,” ujar Ipda Gery.
Ia menegaskan, setelah api berhasil dipadamkan, pemantauan tetap dilakukan untuk memastikan tidak ada bara atau titik api yang kembali muncul.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apa pun. Di tengah kondisi yang kering, api sangat mudah menyebar dan dapat menimbulkan dampak yang lebih luas,” tegasnya.
Dalam kejadian tersebut, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai ±10 hektare. Tidak terdapat laporan korban jiwa maupun kerugian materiil akibat kejadian tersebut.
Sementara itu, penyebab kebakaran masih belum diketahui. Petugas masih melakukan pengumpulan bahan keterangan dan pendalaman di lapangan untuk mengetahui sumber awal munculnya api.
Polsek Damai bersama BPBD, Manggala Agni, KPHP, TNI, serta unsur terkait lainnya juga terus meningkatkan pemantauan terhadap kawasan yang rawan terjadi Karhutla.
Masyarakat diminta segera melaporkan apabila menemukan asap maupun titik api sekecil apa pun agar dapat dilakukan penanganan sedini mungkin sebelum api meluas.
“Kalau masyarakat menemukan titik api atau melihat adanya pembakaran yang berpotensi menimbulkan kebakaran, segera laporkan kepada petugas. Kecepatan informasi sangat membantu dalam mencegah api meluas,” pungkasnya. (*)

