Februari 26, 2026

Kakorlantas Polri Apresiasi Peran Supeltas Bantu Kelancaran Lalu Lintas Nataru di Bogor

BURUTARGET.COM – Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho memberikan apresiasi kepada Polres Bogor atas langkah kolaboratif dengan melibatkan sukarelawan pengatur lalu lintas (Supeltas) dalam menjaga kelancaran arus kendaraan selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Menurut Agus, keterlibatan Supeltas mencerminkan sinergi positif antara Polri, pemangku kepentingan, dan masyarakat dalam menciptakan lalu lintas yang aman dan tertib. Ia menilai keikutsertaan masyarakat sebagai bentuk tanggung jawab bersama terhadap keselamatan berlalu lintas.

“Ini langkah yang sangat baik. Semua stakeholder turun langsung, bahkan masyarakat ikut berperan. Tadi saya juga bertanya, Supeltas merasa senang bisa dilibatkan Polri dalam membantu pengaturan lalu lintas,” ujar Agus dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu.

Ia menjelaskan, Supeltas berperan membantu petugas polisi lalu lintas di titik-titik rawan kemacetan, termasuk simpul jalan utama dan jalur alternatif. Langkah ini dinilai sebagai inovasi baru dalam mendukung pengamanan dan kelancaran lalu lintas selama masa libur Nataru.

Agus menambahkan, atas arahan Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, dirinya bersama Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi hadir langsung untuk menyampaikan apresiasi sekaligus memberi semangat kepada masyarakat agar terus berpartisipasi menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas).

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pelaksanaan Operasi Lilin selama periode Nataru secara umum berjalan aman dan lancar. Arus mudik, perayaan Natal, hingga pergantian tahun dapat dikendalikan dengan baik oleh jajaran kepolisian.

Berdasarkan data terkini, sekitar 96 persen kendaraan telah meninggalkan Jakarta melalui ruas tol. Sementara itu, arus balik terpantau masih landai dan belum menunjukkan peningkatan signifikan.

“Hari ini arus balik relatif terkendali. Berdasarkan traffic counting dan parameter lainnya, belum ada indikasi perlunya rekayasa lalu lintas seperti contra flow,” pungkasnya. (*)

Berita Terkait